Sabtu, Mei 17, 2008

Paspor Warga Sambas, Hingga Burung Garuda (1)

Hari itu, Selasa 25 Maret 2008, adalah hari saat saya masih belum terbiasa dengan pekerjaan di fungsi konsuler. Di sisi lain saya merasa kalau hari itu para TKI di Kuching membuat janji untuk melaporkan permasalahan pada hari yang sama, sehingga kasus-kasus menumpuk. Tapi ada dua atau tiga kasus yang patut menjadi perhatian, salah satunya adalah Oscar’s case. Dia datang bersama temannya, seorang pedagang batu akik di Kuching, yang bernama rahmat.

Dari percakapan keduanya saya mengetahui kalau Oscar dan Isterinya, yang merupakan warga Sambas, baru saja masuk ke Sarawak untuk kerja pada toke Mr. Hee dengan agent Mr. Albert. Menurut penuturan Oscar, awalnya ia dan isteri ditawari kerja di Kuching untuk jenis dan tempat kerjaan yang sama, tetapi setibanya di Malay justru ditawari kerja di Sibu pada sebuah gudang mie dan isterinya ditempatkan di wilayah lain. Lalu karena protes, Oscar dipindahkan ke Institut Memandu di Bintawa, Kuching. Mungkin agar lebih dekat dengan isteri walau no kontak dan keberadaan isterinya tidak diberi tahu. Kondisi ini membuat Oscar khawatir dan menginginkan isterinya dipulangkan saja ke Indonesia.

Akhirnya saya menghubungi agent Mr. Albert, ia mengatakan bahwa akan memberikan isteri Oscar kalau telah menerima ganti rugi dalam mensponsori kedatangan mereka berdua. Padahal menurut Oscar, biaya paspor dan transport ditanggung oleh Oscar pribadi dan bukan oleh agent. Namun demikian, atas tawaran bantuan dana dari Rahmat, Oscar setuju asalkan isterinya bisa kembali dan pulang ke Indonesia. Akhirnya disepakati dengan agent kalau akan membayar minggu depan. Kupikir ini settle.

Kemudian, tanggal 27 Maret 2008 tengah hari, Oscar mendatangi saya lagi. Dari wajahnya terlihat sebongkah amarah selaras dengan pengakuanya bahwa ia baru saja terkena tamparan dari Mr. Albert. Rupanya Oscar baru saja didatangi oleh Mr. Albert dan tidak hanya menampar, barang dalam tas beserta HP turut ditahan oleh Mr. Albert. Sang agent mengingkari janji untuk bertemu 1 minggu lagi.

Saat petang, hari yang sama, kami mendapat kabar tentang keberadaan isteri Oscar, yang bernama Rasmiati, bahwa ia telah melarikan diri dan sekarang berada di sebuah hotel di bilangan Satok, Kuching. Tak lama kemudian Rasmiati dievakuasi hingga sepasang suami isteri ini sudah berada di pondok openg dengan aman. Sekarang persoalan berganti menjadi bagaimana mendapatkan paspor mereka berdua. Paspor yang sangat berharga bagi warga Sambas untuk mencari nafkah di negeri jiran, dan juga bisa berharga bagi si agent jikalau dikemudian hari ada TKI illegal yang tiada paspor. not the end

6 komentar:

Kang Boim mengatakan...

berat-berat...kerja disana memang berat...nasionalisme bakal terus bertambah seiring perjuangan para tki yang mengadu nasib di negeri tetangga..banayk pengalaman baru yang harus dipublikasikan, biar orang indonesia tau gimana susuahnya jd TKI....hidup indonesia...

udah maen ke blog tutorila belum ki....biar komunikasi lancar...pasang southboxnya....

Kang Boim mengatakan...

itu tu tutorial blog...ntat lo bisa masukin kotak komentar, biar orang yg ga mau comment bisa ninggalin jejak. tutorialnya macem2 lo coba aja....ok bung kiki

Kang Geri mengatakan...

yaah...itulah perjuangan bung...banyak hal yang bisa muncul tak teduga, kapan aja, di depan kita. dan kita harus slalu siap dengan itu semua. seru ya bisa bjalan di atas mimpi kita sendiri...enjoy bung! those're your success.
see u...di tanah rakyat tetindas.

Kang Boim mengatakan...

wah tampilan baru nih bung kiki, coba bung kiki di buta buku tamunya...biar kedetk siapa aja yang mampir ke blognya bungkiki..ok

Anonim mengatakan...

bile tuan hendak bertanye, pegimane caranye buat bagus tampak ni blog, silah tuan berkunjung ke tempat kami di blog sebelah ..

Kang Boim mengatakan...

note dari tutorial blog
ke alamat ini http://www.shoutmix.com.

Seperti biasa anda harus daftar terlebih dahulu dengan cara mengklik tulisan Get One noe, free>>, ataupun dengan mengklik tulisan Sign Up, silahkan anda tulis data-data anda pada form yang telah di sediakan.

Jika sudah tedaftar, dan di terima jadi anggota shoutmix, silahkan anda login dengan id anda

Pada kolom yang berjudul Style, klik menu appearance.

Silahkan klik menu pulldown di samping tulisan Load From Preset untuk mengatur tampilan buku tamu anda, silahkan pilih yang sesuai dengan keinginan anda. Jika sudah selesai klik Save Setting.

Untuk mendapatkan kode HTML dari shoutbox anda, silahkan klik Use Shoutbox yang berada di bawah menu Quick Start

Klik tulisan Place Shoutbox on web page. Isi lebar dan tinggi shoutbox yang di inginkan

Copy seluruh kode HTML yang ada pada text area yang berada di bawah tulisan Generated Codes, lalu simpan di program Notepad anda

Klik Log out yang berada di atas layar anda untuk keluar dari halaman shoutmix anda. Silahkan close situs tersebut.

Selesai

abis tu pasang kodenya ke bglo, caranya:

Silahkan Login dengan id anda

Klik menu Layout

Klik Page Element

Klik Add a Page Element

Klik tombol Add to Blog yang berada di bawah tulisan HTML/JavaScript

Tuliskan judul shoutbox anda pada form title. Contoh : Buku tamu ku, atau my guestbook atau apa saja yang anda suka

Copy paste kode HTML shoutbox anda di dalam form Content

Klik tombol Save Changes

Drag & Drop element yang telah anda buat tadi di tempat yang di sukai

Tekan tombol Save

Selesai