Ini adalah kabar tambahan,
Nona ratih menjalani ini sejak 9 Maret 2008 hingga di evakuasi oleh polis Bintulu dengan koordinasi pihak KJRI tanggal 23 April 2008. Setelah diselamatkan, sementara menunggu pihak KJRI Kuching untuk memproses pemulangan beserta proses hukum yang diperlukan untuk membawa pelaku-pelaku kejahatan Traficking In Person’s (TIP’s) ke pengadilan, nona Ratih tinggal di Pondok Openg, sebuah tempat di mana Warga Negara Indonesia Bermasalah (WNIB) berdiam. Selama di pondok openg, nona Ratih menceritakan kalau selama proses evakuasi terjadi hal yang menurut saya begitu buas, hal ini dilakukan oleh aktor evakuasi di Bintulu, yakni oknum dari polis diraja Malaysia yang bernama Insp. "Z." Sang inspektur ini, saat melakukan evakuasi justru membawa nona Ratih menginap di hotel dengan tujuan turut memetik bunga dalam vas. Walau demikian, nampak menjadi hal yang sulit untuk mengevakuasi jika tiada kerja sama dari pihak inspektur.
Namun, di pondok openg juga terjadi suatu hikmah, di sana sang ayam mencari pendamping hidup yang berani menjalani sisa hidupnya dengan damai walau duka acap mengancam. Akhirnya si nona melihat seorang pemuda tampan yang kuketahui sebagai pelaut non muslim. Saya sempat terkejut saat melihat pemuda ini menjalankan shalat.... Rupanya sang pemuda telah rela berpindah keyakinan demi menjadikan sang Pemimpi sebagai kekasih.
Pada tanggal 3 Mei 2008, nona Ratih telah dijemput oleh keluarganya untuk dibawa pulang ke Bandung guna dimintakan kesaksiannya dalam proses mengungkap jaringan TIP’s di Indonesia. Tim Kepolisian di Indonesia telah menangkap dan memeriksa salah satu tersangka TIP’s yaitu ibu Kokom, tetangga yang memberikan mimpi.
3 komentar:
wuahaha... ada bugi p. kiki ngeblog... siip bro... beritakan kepada dunia negeri jiran ituh..
ttd
Simon Sumanjaya
visit me: artefaksi.blogspot.com
bung kiki, buruan maen ke blog tutorial, trus pasang southbox biar komunikasi bisa lancar, malam mingguna dikantor nih..
Posting Komentar